coba lagu iseng

Friday, 21 June 2013

Bangsa Pemadat / Perokok

Konon orang Indonesia terkenal dengan keramah tamahannya, suka berbagi, gotong royong dan sangat toleran. Begitulah image yang selama ini dipercaya tentang diri kita di mata orang asing. Benarkah demikian?

Lebih dari separuh hidup saya, saya habiskan untuk bekerja mencari nafkah di perusahaan perusahaan asing, seperti Inggris, Perancis, Amerika, Thailand dan Rusia. Bangsa bangsa ini sebagian mengenal budaya kita seperti Inggris dan Amerika namun secara umum mereka sudah punya stigma bahwa orang Indonesia adalah pemalas, tidak amanah, intolerance dan bodoh. Mungkin mereka dapat info kalau bangsa kita pernah dijajah Belanda selama 350 tahun dan oleh Jepang selama 3.5 tahun. Kalau memang demikian mereka tidak salah. Karena hanya orang bodoh yang mau dijajah selama itu. Selama masa penjajahan bangsa ini dikenal gemar betul dengan kebiasaan madat, yaitu mengkonsumsi sejenis ganja. Madat bahkan sudah menjadi keseharian bangsa ini selama bertahun tahun.

Dalam buku sejarah selalu dikatakan bahwa bangsa ini pernah dijajah Belanda selama 350 tahun, kemudian Jepang 3.5 tahun hingga akhirnya merdeka di tahun 1945. Tapi benarkah kita telah merdeka dari penjajah sejak tahun 1945? jangan jangan sebetulnya bangsa kita belum pernah merdeka hingga sekarang. Karena kita masih menggunakan hukum hukum dari negara yang katanya penjajah. Hidup dengan cara cara dan aturan penjajah adalah bentuk lain dari penjajahan.

Karena bangsa bangsa besar seperti Amerika, Inggris, dan lain lain negara penjajah tahu betul kelakuan bangsa kita, mereka jadikan bangsa ini sebagai tempat menjual produksi mereka, termasuk rokok. Di negara negara barat merokok sudah dibatasi dengan sangat ketat, akibatnya industri rokok di sana bisa gulung tikar. Tapi karena kecanggihan mereka bermanuver mereka mengalihkan pabrik pabrik rokok mereka ke negara negara "yang dapat ditekan" termasuk negara kita. Sambil memuji muji keberhasilan negara kita membangun demokrasi dan ekonomi, mereka menghancurkan tananan hidup bangsa ini dengan berbagai cara dan semua lini kehidupan.

Sekarang ini hampir di setiap pertemuan baik itu tingkat RT maupun tingkat kota, saya selalu berada di kelompok minoritas, bahkan sering hanya sendirian di antara puluhan kaum perokok. Sungguh sangat menyedihkan, walaupun MUI dan Muhammadiyah sudah memvonis bahwa merokok adalah perbuatan haram, tapi pertumbuhan perokok pemula selalu naik dari tahun ke tahun dan selalu turun ditinjau dari umur pelakunya. Anak SDpun sudah banyak yang kecanduan rokok. Entahlah bangsa ini tidak pernah belajar dari masa lalu yang kelam, tapi selalu mengulang dan mengulang kesalahan yang sama seperti keledai bodoh.  Kaum muda yang masa bodoh dengan lingkungan sekitar, anti sosial dan bermoral rendah. Nanti suatu saat negara ini akan dipimpin orang orang yang lemah dan "mudah dikendalikan" bangsa lain. Bukankah itu bentuk penjajahan juga? aah cape deh....


No comments:

Post a Comment