coba lagu iseng

Saturday, 22 June 2013

Akhirnya BBM Jadi Naik

Hari ini tanggal 22 Juni 2013 kira kira 17 hari lagi puasa ramadhan tepat pukul 00 akhirnya pemerintah jadi menaikkan hargta BBM yang telah digembar gemborkan berita kenaikkannya lebih setahun yang lalu,

Premium yang semula Rp 4500 menjadi Rp 6500 per liter dan Solar yang semula Rp 4500 menjadi Rp 5500 per liter. Jadi harga bensin naik sekitar 44% dan solar naik 22% atau rata rata BBM naik 33%.

Kenaikkan BBM yang tertunda tunda lebih dari setahun ini sebetulnya sudah  berdampak naiknya harga kebutuhan pokok, setelah benar benar naik kebutuhan pokok yang sudah naik ikut naik lagi dan lagi karena momentum ini dan keadaan real di pasar menghendaki ini. Akibarnya mudah diduga, daya beli rakyat menjadi sangat berkurang. Tapi pemerintah sudah menyiapkan jurus yang menurut penyelenggara negara adalah terbaik yaitu dengan memberi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM atau sering diplesetkan menjadi Balsem). Sebetulnya istilah BLSM itu tidak tepat, karena ada diskriminasi, tidak semua masyarakat mendapatkan BLSM, hanya masyarakat yang dianggap miskin yang mendapat BLSM. Padahal undang undang negeri ini tidak pernah membeda bedakan rakyatnya. Jadi lebih tepat bantuan itu bernama BLSM Miskin.

Dalam pemberian BLSM Miskin ini PT. POS diberi tugas untuk menyalurkan bantuan Rp 300,000 setiap pemegang kartu khusus orang miskin selama tiga bulan dan. tiga bulan berikutnya akan diberi lagi jumlah yang sama, demikian seterusnya sampai waktu tertentu (Sementara). Setelah pemberian BLSM apakah masyarakat miskin akan berubah menjadi sejahtera atau tidak miskin lagi?

Saya pernah membaca tulisan orang ahli pembangunan masyarakat miskin, dari pada membuat BLSM lebih baik dananya untuk membangun infrastruktur pedesaan, seperti membuat jalan yang mulus penghubung antara desa dengan kota, sehingga hasil komoditi dari desa dapat dipasarkan ke kota, membangun usaha usaha padat karya sesuai kondisi dan bahan baku di pedesaan, sehingga masyarakat dapat terlibat aktif dan ikut bertumbuh dengan usaha usaha tersebut, yang pada gilirannya masyarakat akan membantu dirinya sendiri. Selanjutnya pemerintah membantu di bidang manajemen dan pemasarannya.

Ada lagi seorang ahli berpendapat, lebih baik membantu dan mensubsidi masyarakat pengusaha dengan memberi keringanan pajak, subsidi BBM kepada industriwan sehingga industri tersebut menjadi besar dan banyak menyerap tenaga kerja, yang pada gilirannya dapat menaikkan penghasilan rakyat miskin. Sehingga rakyat tidak diposisikan sebagai bangsa pengemis yang tidak perlu bekerja. Cukup berpangku tangan sudah dapat uang.

Saya tidak mengerti... mengapa orang orang pintar dan punya wewenang sering  berbuat bodoh dan membodohi masyarakat.


No comments:

Post a Comment